Selasa, 06 Desember 2011

Umrah Plus India


KBIH Assajadah Indosat menawarkan paket Umrah plus India 
$ 2150 + Rp. 850.000,- = 2150 dollar U$ x asumsi dollar Rp. 9300 = Rp. 19.995.000,- + Rp. 850.000,- = Rp. 20.845.000,-
Total Perjalanan 15 Hari

No
Route Perjalanan
Penerbangan
Lokasi





Medan – KL – Delhi
Air Asia Airline
New Delhi



Tajmahal



Kutub Minar



Red Fort



Shopping Centre





Delhi – Madinah
Saudi Arabia
Madinah 4 hari



Makkah  5 hari









Jeddah – KL - Medan
MAS




Cattatan: Pembiyaan untuk:


1.Visa ke India
2. Suntik Manginitis
3. Tiket  Medan - KL - New Delhi (Air Asia)
4. Tiket New Delhi - Madinah (Saudi Arabia Airline)
5. Tiket Jeddah - KL- Medan (MAS/Saudi Arabia Airline)
6. Hotel di New Delhi India dan Aghra Tajmahal
7. Makan
8. Visa Umrah
9. Transportasi di India dan Makkah-Madinah
10. Masa Tinggal di India 4 malam tiga hari
11. Masa Tinggal di Makkah 5 hari
12. Masa Tinggal di Madinah 4 hari
13. Dapat Bag
14. Kain Ihram Pria
15. Mukena Perempuan



Senin, 05 Desember 2011

Kebab Arab

Resep Masakan Arab (Kebab Spesial)

Kalau bosan dengan satai dan gulai kambing, Anda bisa coba mengolah daging kambing dengan bumbu Timur Tengah ini. Kecuali dijamin rasanya empuk, aroma bumbunya sangat harum. Enak dimakan panas dengan sambal kecap rawit.

Bahan:

500 g daging kambing cincang
2 lembar roti tawar, rendam dalam air hingga lunak, peras
5 butir bawang merah, parut halus
4 siung bawang putih, parut halus
2 sdt ketumbar bubuk
1/4 sdt adas manis bubuk
1/2 sdt jintan bubuk
1/2 sdt kunyit bubuk
1/2 sdt merica hitam bubuk
1 butir telur ayam
1 sdt garam
6 sdm minyak samin/mentega
tusuk satai

Cara membuat:

# Aduk daging kambing cincang dengan roti tawar, bumbu dan telur hingga rata.
# Bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan panjang.
# Panaskan mentega/minyak samin hingga leleh. Goreng bulatan daging hingga kuning kecokelatan dan kering. Angkat dan tiriskan.
# Tusuki masing-masing dengan tusuk satai.
# Sajikan hangat dengan sambal kecap rawit.

Untuk 12 buah

Sumber Buku Masakan 

Sabtu, 03 Desember 2011

Banjir di Medan (Medan Pos)

Banjir di Medan

Warga Diserang Penyakit

MAKAN NASI BUNGKUS: Seorang warga makan nasi bungkus di atas pagar rumah akibat banjir yang melanda kawasan Perumnas Simalingkar. Ratusan keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam air.
ANDRI GINTING/SUMUT POS
 
MAKAN NASI BUNGKUS: Seorang warga makan nasi bungkus di atas pagar rumah akibat banjir yang melanda kawasan Perumnas Simalingkar. Ratusan keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam air.

Butuh Air Bersih, Bantuan Tak Merata

MEDAN-Memasuki hari kedua pasca banjir yang melanda sebagian Kota Medan, warga mulai diserang berbagai penyakit seperti gatal-gatal, demam, ISPA serta diare. Informasi yang dihimpun wartawan koran ini warga yang terserang berbagai penyakit di antaranya di Komplek Pamen Padang Bulan, Perumnas Simalingkar
dan Medan Johor.

F Sianturi, warga Medan Johor mengaku, kulitnya terasa gatal-gatal. “Badan ku semua gatal-gatal,” katanya. Hal senada juga dikatakan Crisman, warga Simalingkar. Di posko kesehatan, warga banyak mengeluhkan sakit di bagian saluran pernafasan (ISPA) dan masuk angin.

“Hingga kemarin belum ada warga yang mengeluhkan penyakit diare, kita sudah mendatangi rumah warga satu per satu untuk menanyakkan keluhan penyakit,” ujar dr Puspa Dewi, petugas pos kesehatan di Kecamatan Helvetia.
Menurut Dewi, stok obat di pos kesehatan sampai 2 hari mendatang masih aman. “Kita selalu standby di pos kesehatan selama 24 jam untuk melayani warga korban banjir yang terserang penyakit, sehingga warga bisa langsung mendapatkan pertolongan medis secara maksimal,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi mengatakan, sudah menurunkan tim kesehatan di beberapa titik yang terendam banjir dan sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan, untuk mendirikan posko kesehatan terpadu yang akan standby selama 24 jam.

Dinas Kesehatan Kota Medan sudah mendirikan posko kesehatan di beberapa kecamatan yang terendam banjir. Posko kesehatan tersebut akan melayani warga yang terserang penyakit. Menurutnya, posko tersebut akan tetap standby hingga satu pekan ke depan.
Menurut Edwin Effendi, biasanya penyakit yang menyerang warga korban banjir diare, iritasi, demam dan flu tulang.
 
“Kalau penyakit kulit karena diserang bakteri tetapi hal itu tidak perlu dirujuk ke rumah sakit cukup mendatangi posko kesehatan yang kita sediakan,” katanya.

Edwin mengimbau warga untuk membersihkan rumah dengan maksimal dikhawatir akibat ada genangan air nyamuk demam berdarah berkembang biak.

Selain itu warga juga mengeluhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Warga terpaksa membeli air mineral untuk dikonsumsi. “Kalau stok makanan sudah cukup. Yang kita butuhkan air bersih untuk mandi dan mencuci. Kalau untuk minum ada air mineral sumbangan orang,”ujar Sugiman, Kepling VII Kelurahan Petisah Tengah.

Korban Banjir Butuh Air Bersih

Senin, 04 April 2011 - 15:52:27 WIB
 
Korban Banjir Butuh Air Bersih
Diposting oleh :
Kategori: Medan - Dibaca: 52 kali

MEDAN (Portibi DNP) : Memasuki hari ketiga pasca banjir yang melanda sebagian Kota Medan, Minggu (3/4), warga mulai diserang berbagai penyakit, seperti gatal-gatal, demam, ISPA serta diare. Hal ini didapati di lokasi pengungsian warga dan pemukiman. Selain itu, warga juga mengeluhkan air, sebab sumber air bersih tidak mencukupi. Informasi dihimpun wartawan, warga yang terserang berbagai penyakit di antaranya di Komplek Pamen Padang Bulan, Perumnas Simalingkar dan Medan Johor, Kelurahan Martubung, Sei Mati Medan Labuhan dan kawasan lainnya.

    Seperti pengakauan salah seorang warga Medan Johor, F Sianturi, kulitnya terasa gatal-gatal. “Badanku semua gatal-gatal,” katanya. Hal senada juga dikatakan Crisman, warga Simalingkar. Di posko kesehatan, warga banyak mengeluhkan sakit di bagian saluran pernafasan (ISPA) dan masuk angin. Selain itu warga juga mengeluhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Warga terpaksa membeli air mineral untuk dikonsumsi. “Kalau stok makanan sudah cukup. Yang kita butuhkan air bersih untuk mandi dan mencuci. Kalau untuk minum ada air mineral sumbangan orang,”ujar Kepling VII Kelurahan Petisah Tengah, Sugiman.
    Namun, lain halnya di Kecamatan Helvetia, menurut keterangan petugas Pos Kesehatan di Kecamatan Helvetia Dr Puspa Dewi, pihaknya masih belum menerima laporan adanya keluhan warga soal serangan penyakit tersebut. “ Hingga kemarin, belum ada warga yang mengeluhkan penyakit diare, kita sudah mendatangi rumah warga satu per satu untuk menanyakkan keluhan penyakit,” ujar dr Puspa Dewi.

    Menurut Dewi, stok obat di pos kesehatan sampai 2 hari mendatang masih aman. “Kita selalu standby di pos kesehatan selama 24 jam untuk melayani warga korban banjir yang terserang penyakit, sehingga warga bisa langsung mendapatkan pertolongan medis secara maksimal,” katanya.
    Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi mengatakan, sudah menurunkan tim kesehatan di beberapa titik yang terendam banjir dan sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan, untuk mendirikan posko kesehatan terpadu yang akan standby selama 24 jam. Dinas Kesehatan Kota Medan sudah mendirikan posko kesehatan di beberapa kecamatan yang terendam banjir. Posko kesehatan tersebut akan melayani warga yang terserang penyakit. Menurutnya, posko tersebut akan tetap standby hingga satu pekan ke depan.

    Menurutnya, biasanya penyakit yang menyerang warga korban banjir diare, iritasi, demam dan flu tulang.
“Kalau penyakit kulit karena diserang bakteri tetapi hal itu tidak perlu dirujuk ke rumah sakit cukup mendatangi posko kesehatan yang kita sediakan,” katanya.Dia mengimbau warga untuk membersihkan rumah dengan maksimal dikhawatir akibat ada genangan air nyamuk demam berdarah berkembang biak.P07

Posko Kesehatan Banjir (02 April 2011)

 
Sabtu, 02 April 2011 22:08

Starberita - Medan, Paska banjir yang merendam ribuan rumah di Kota Medan, beberapa warga mulai mengeluhkan penyakit dan masuk angin. Seperti yang dialami warga  Jalan S Parman Lingkungan VII Kelurahan Petisah Tengah Medan Petisah.


Petugas Posko Kesehatan, dr Puspa Dewi, mengatakan pihaknya yang bekerja sama dengan puskesmas setempat sudah mendatangi rumah warga satu persatu, untuk menanyakkan keluahan penyakit yang dialami warga, Sabtu (2/4)

"Kebanyakan warga mengeluhkan masuk angin dan inspeksi saluran pernafasan. Ini bisa saja disebabkan karena warga berada di air selama banjir dan hujan yang turun semakin deras. Namun begitu, kita sudah memberikan obat dan vitamin untuk mereka," katanya.

Selain itu, Dewi mengungkapkan, stock obat-obatan yang disediakan di Pos kesehatan mencukupi hingga dua hari mendatang. Untuk itu pihaknya akan tetap standby selama 24 jam untuk melayani warga.

Sarapan Pagi Sehat

Sarapan pagi praktis n sehat     

Bahan:

1. Rebus kentang 1/2 kg ukuran sedang
2. Rebus 2 buah wortel dan  potong kasar memanjang 
3. Rebus buncis satu ons setengah matang 
4. Merica 1/4 sendok makan
5. Garam 1/2 sendok makan
6. Margarine satu sendok makan  

Cara membuatnya:
Panaskan margrine kemudian masukan semua  bahan aduk2 bubuhi garam, merica. Siap deh untuk di sajikan selagi panas

Berita Banjir

Headline Minggu, 03 Apr 2011 07:24 WIB
 
MedanBisnis – Medan. Korban banjir di Jalan S Parman Lingkungan VII Kelurahan Petisah Tengah Medan Petisah mengeluhkan inspeksi saluran pernapasan dan masuk angin. Pasalnya, selama terjadinya banjir warga kebanyakan berada di dalam air. Hal itu dikatakan petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Medan Petisah, dr Puspa Dewi kepada wartawan, Sabtu (2/4).
Menurutnya, petugas kesehatan telah memberikan vitamin untuk menjaga stamina dan kekebalan tubuh korban banjir. Selain itu, petugas juga telah mendatangi rumah-rumah warga untuk menanyakan keluhan penyakit yang dialami. "Untuk penyakit diare belum ada warga yang mengeluhkan akan penyakit tersebut akan tetapi kita dari petugas Puskesmas Medan Petisah sudah mendatangi rumah warga satu persatu untuk menanyakan keluhan penyakit," ujar dr Puspa Dewi petugas Pos Kesehatan.

Dikatakannya, stok obat di pos kesehatan ini masih aman hingga dua hari mendatang, pihaknya selalu siaga di pos kesehatan ini selama 24 jam untuk melayani warga yang menjadi korban banjir serta mendeteksi terserang penyakit, sehingga warga bisa langsung mendapatkan pertolongan medis secara maksimal. Kepala Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi yang turun langsung, melihat lokasi pos kesehatan untuk korban.

Sementara itu, warga korban banjir di Lingkungan VII ini mengeluhkan pembagian bantuan sembako yang tidak merata. Warga menuding pembagian tersebut dilakukan oleh kepala lingkungannya, Sugiman. Dan Sugiman melarang warga meminta-minta sumbangan kepada pengguna jalan. Riko, warga setempat, mengatakan, warga masih banyak kekurangan pasokan makanan dan air bersih (mineral). ( zahendra )