Sabtu, 03 Desember 2011

Banjir di Medan (Medan Pos)

Banjir di Medan

Warga Diserang Penyakit

MAKAN NASI BUNGKUS: Seorang warga makan nasi bungkus di atas pagar rumah akibat banjir yang melanda kawasan Perumnas Simalingkar. Ratusan keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam air.
ANDRI GINTING/SUMUT POS
 
MAKAN NASI BUNGKUS: Seorang warga makan nasi bungkus di atas pagar rumah akibat banjir yang melanda kawasan Perumnas Simalingkar. Ratusan keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam air.

Butuh Air Bersih, Bantuan Tak Merata

MEDAN-Memasuki hari kedua pasca banjir yang melanda sebagian Kota Medan, warga mulai diserang berbagai penyakit seperti gatal-gatal, demam, ISPA serta diare. Informasi yang dihimpun wartawan koran ini warga yang terserang berbagai penyakit di antaranya di Komplek Pamen Padang Bulan, Perumnas Simalingkar
dan Medan Johor.

F Sianturi, warga Medan Johor mengaku, kulitnya terasa gatal-gatal. “Badan ku semua gatal-gatal,” katanya. Hal senada juga dikatakan Crisman, warga Simalingkar. Di posko kesehatan, warga banyak mengeluhkan sakit di bagian saluran pernafasan (ISPA) dan masuk angin.

“Hingga kemarin belum ada warga yang mengeluhkan penyakit diare, kita sudah mendatangi rumah warga satu per satu untuk menanyakkan keluhan penyakit,” ujar dr Puspa Dewi, petugas pos kesehatan di Kecamatan Helvetia.
Menurut Dewi, stok obat di pos kesehatan sampai 2 hari mendatang masih aman. “Kita selalu standby di pos kesehatan selama 24 jam untuk melayani warga korban banjir yang terserang penyakit, sehingga warga bisa langsung mendapatkan pertolongan medis secara maksimal,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi mengatakan, sudah menurunkan tim kesehatan di beberapa titik yang terendam banjir dan sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan, untuk mendirikan posko kesehatan terpadu yang akan standby selama 24 jam.

Dinas Kesehatan Kota Medan sudah mendirikan posko kesehatan di beberapa kecamatan yang terendam banjir. Posko kesehatan tersebut akan melayani warga yang terserang penyakit. Menurutnya, posko tersebut akan tetap standby hingga satu pekan ke depan.
Menurut Edwin Effendi, biasanya penyakit yang menyerang warga korban banjir diare, iritasi, demam dan flu tulang.
 
“Kalau penyakit kulit karena diserang bakteri tetapi hal itu tidak perlu dirujuk ke rumah sakit cukup mendatangi posko kesehatan yang kita sediakan,” katanya.

Edwin mengimbau warga untuk membersihkan rumah dengan maksimal dikhawatir akibat ada genangan air nyamuk demam berdarah berkembang biak.

Selain itu warga juga mengeluhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Warga terpaksa membeli air mineral untuk dikonsumsi. “Kalau stok makanan sudah cukup. Yang kita butuhkan air bersih untuk mandi dan mencuci. Kalau untuk minum ada air mineral sumbangan orang,”ujar Sugiman, Kepling VII Kelurahan Petisah Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar