Senin, 04 April 2011 - 15:52:27 WIB
Korban Banjir Butuh Air Bersih
Diposting oleh :
Kategori: Medan - Dibaca: 52 kali
Diposting oleh :
Kategori: Medan - Dibaca: 52 kali
MEDAN (Portibi DNP) : Memasuki hari ketiga pasca banjir yang melanda sebagian Kota Medan, Minggu (3/4), warga mulai diserang berbagai penyakit, seperti gatal-gatal, demam, ISPA serta diare. Hal ini didapati di lokasi pengungsian warga dan pemukiman. Selain itu, warga juga mengeluhkan air, sebab sumber air bersih tidak mencukupi. Informasi dihimpun wartawan, warga yang terserang berbagai penyakit di antaranya di Komplek Pamen Padang Bulan, Perumnas Simalingkar dan Medan Johor, Kelurahan Martubung, Sei Mati Medan Labuhan dan kawasan lainnya.
Seperti pengakauan salah seorang warga Medan Johor, F Sianturi, kulitnya terasa gatal-gatal. “Badanku semua gatal-gatal,” katanya. Hal senada juga dikatakan Crisman, warga Simalingkar. Di posko kesehatan, warga banyak mengeluhkan sakit di bagian saluran pernafasan (ISPA) dan masuk angin. Selain itu warga juga mengeluhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Warga terpaksa membeli air mineral untuk dikonsumsi. “Kalau stok makanan sudah cukup. Yang kita butuhkan air bersih untuk mandi dan mencuci. Kalau untuk minum ada air mineral sumbangan orang,”ujar Kepling VII Kelurahan Petisah Tengah, Sugiman.
Namun, lain halnya di Kecamatan Helvetia, menurut keterangan petugas Pos Kesehatan di Kecamatan Helvetia Dr Puspa Dewi, pihaknya masih belum menerima laporan adanya keluhan warga soal serangan penyakit tersebut. “ Hingga kemarin, belum ada warga yang mengeluhkan penyakit diare, kita sudah mendatangi rumah warga satu per satu untuk menanyakkan keluhan penyakit,” ujar dr Puspa Dewi.
Menurut Dewi, stok obat di pos kesehatan sampai 2 hari mendatang masih aman. “Kita selalu standby di pos kesehatan selama 24 jam untuk melayani warga korban banjir yang terserang penyakit, sehingga warga bisa langsung mendapatkan pertolongan medis secara maksimal,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi mengatakan, sudah menurunkan tim kesehatan di beberapa titik yang terendam banjir dan sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan, untuk mendirikan posko kesehatan terpadu yang akan standby selama 24 jam. Dinas Kesehatan Kota Medan sudah mendirikan posko kesehatan di beberapa kecamatan yang terendam banjir. Posko kesehatan tersebut akan melayani warga yang terserang penyakit. Menurutnya, posko tersebut akan tetap standby hingga satu pekan ke depan.
Menurutnya, biasanya penyakit yang menyerang warga korban banjir diare, iritasi, demam dan flu tulang.
“Kalau penyakit kulit karena diserang bakteri tetapi hal itu tidak perlu dirujuk ke rumah sakit cukup mendatangi posko kesehatan yang kita sediakan,” katanya.Dia mengimbau warga untuk membersihkan rumah dengan maksimal dikhawatir akibat ada genangan air nyamuk demam berdarah berkembang biak.P07
Tidak ada komentar:
Posting Komentar