Pantangan Makanan Penderita Ginjal
Kegagalan fungsi ginjal menyebabkan kelebihan garam atau natrium
sukar dikeluarkan dari dalam tubuh, sehingga penderita sering merasa
haus dan terjadi penimbunan cairan dalam tubuh. Beberapa makanan tinggi
natrium yang hendaknya dihindari antara lain garam meja, semua bumbu
dengan kandungan garam, daging olahan, makanan beku, makanan kaleng,
acar, produk susu, keripik dan kacang-kacangan. Perhatikanlah label
kandungan makanan saat Anda ingin membeli makanan di supermarket.
Komponen lain yang dapat memperberat kerja ginjal yang telah menurun
fungsinya adalah makanan tinggi fosfat yang terdapat dalam produk susu,
kacang-kacangan, gandum, kacang polong kering, minuman keras dan coklat.
Tingginya kadar fosfat dalam darah pada penderita gagal ginjal kronik
dapat mempengaruhi kepadatan tulang, sehingga mudah patah. Oleh karena
itu penderita gagal ginjal kronik biasanya mengonsumsi suplemen pengikat
fosfat yakni kalsium dan vitamin D.
Dari semua komponen kandungan makanan yang dapat memperberat kerja
fungsi ginjal, tentu penderita juga harus memperhatikan asupan kalori,
seperti karbohidrat, lemak dan gula dalam jumlah yang seimbang untuk
memenuhi kebutuhan energi dalam tubuh.
Vitamin C berlebih dalam tubuh juga dapat membentuk batu oksalat di
dalam ginjal namum semua itu sebetulnya bisa dikembangkang dengan
mengonsumsi makanan yang mengandung asam sitrat yang banyak terdapat
dalam jeruk lemon dan jeruk nipis, dan glycosaminoglycan yang berada
dalam rumput laut.
Jeruk Nipis
J eruk nipis dapat mencegah timbulnya batu ginjal dan kekambuhan batu ginjal, khususnya batu ginjal kalsium idiopatik. Demikian, penelitian yang dilakukan Prof. Sja’bani, Kepala Instalasi Renal RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Sja’bani dan Dr. Djoko Rahardjo, Sp.PD KGH dari FKUI/RSCM meneliti keluarga penderita batu ginjal pada tahun 1996. Pada laki-laki keuarga tersebut terdapat batu ginjal dan keluarga perempuan tidak ada batu ginjal sama sekali. Setelah ditelusuri, ternyata keluarga perempuan tersebut suka mengonsumsi jeruk nipis yang ditujukan untuk melangsingkan tubuh.
J eruk nipis dapat mencegah timbulnya batu ginjal dan kekambuhan batu ginjal, khususnya batu ginjal kalsium idiopatik. Demikian, penelitian yang dilakukan Prof. Sja’bani, Kepala Instalasi Renal RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Sja’bani dan Dr. Djoko Rahardjo, Sp.PD KGH dari FKUI/RSCM meneliti keluarga penderita batu ginjal pada tahun 1996. Pada laki-laki keuarga tersebut terdapat batu ginjal dan keluarga perempuan tidak ada batu ginjal sama sekali. Setelah ditelusuri, ternyata keluarga perempuan tersebut suka mengonsumsi jeruk nipis yang ditujukan untuk melangsingkan tubuh.
Hasil penelitian lebih lanjut, jeruk nipis mengandung sitrat yang
tinggi yang dapat mencegah terjadinya batu ginjal. Pasalnya, penderita
batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah.
Jeruk nipis lokal (citrus aurantifolia swingle bulat) memiliki
kandungan sitrat 10 kali lebih besar ketimbang jeruk keprok. Sedangkan
dibandingkan jeruk manis, jeruk nipis memiliki kandungan sitrat enam
kali lebih tinggi. Jeruk nipis lokal memiliki kandungan sitrat sebesar
55,6 gram/kg, jeruk keprok (citrus nobilis lour) 5,4 gram/kg dan jeruk
manis (Citrus sinensis Osb) mencapai 8,75 gram/kg.
Dikonsumsi sesudah makan malam
Mengonsumsi jeruk nipis setiap hari berdampak baik bagi kesehatan ginjal
Anda. Biasanya sitrat di dalam air kemih pada penderita batu ginjal
paling rendah pada malam dan menjelang pagi hari. Jadi pemberikan jeruk
nipis menjadi lebih bagus hasilnya bila dikonsumsi sesaat sesudah makan
malam.
Cara mengonsumsinya: peras dua buah jeruk nipis berukuran sekitar 4,5
cm yang diencerkan dalam dua gelas air. Konsumsi malam hari sesaat
sesudah makan malam.
Batasi makanan tertentu
M
engingat jenis batu ginjal idiopatik ditemukan pada 80
persen penderita batu ginjal, maka pencegahan batu ginjal jenis ini
sangat penting. Yaitu dengan cara membatasi mengonsumsi garam atau
makanan yang asin, mengonsumsi masukan kalsium yang cukup dan protein
rendah fosfat. Dengan cara makan seperti itu diharapkan dapat menurunkan
atau mencegah terjadinya batu ginjal sehingga ginjal Anda tetap terjaga
kesehatannya dan dapat berfungsi dengan baik.
Pencegahan Batu Ginjal
- Minum cukup 2 – 2,5 liter per hari
- Hindari minuman atau makanan yang banyak mengandung ion lithogenik berupa coklat, teh, jeroan, seafood, susu dan keju.
- Konsumsi cukup inhibitor seperti terdapat dalam jeruk nipis dan rumput laut.
- Banyak bergerak.
- Tidur telentang.
- Bila terjadi keluhan sebaiknya secepatnya konsultasi dengan dokter.
apa itu penyakit ginjal ?
DALAM istilah kedokteran, batu ginjal disebut
Nephrolithiasis atau renal calculi. Batu ginjal adalah suatu keadaan
terdapat satu atau lebih batu di dalam pelvis atau calyces dari ginjal
atau di dalam saluran ureter. Pembentukan batu ginjal dapat terjadi di
bagian mana saja dari saluran kencing, tetapi biasanya terbentuk pada
dua bagian terbanyak pada ginjal, yaitu di pasu ginjal (renal pelvis)
dan calix renalis. Batu dapat terbentuk dari kalsium, fosfat, atau
kombinasi asam urat yang biasanya larut di dalam urine.
Batu ginjal bervariasi ukurannya, dapat bersifat tunggal atau ganda.
Batu-batu tinggal dalam pasu ginjal atau dapat masuk ke dalam ureter dan
dapat merusak jaringan ginjal. Batu yang besar akan merusak jaringan
dengan tekanan atau mengakibatkan obstruksi, sehingga terjadi aliran
kembali cairan. Kebanyakan batu ginjal dapat terjadi berulang-ulang.
Apakah penyebabnya? Batu ginjal dijumpai pada 1 dari
1.000 orang, biasanya lebih banyak dijumpai pada pria (berumur 30-50
tahun) ketimbang wanita. Juga banyak dijumpai di daerah tertentu.
Walaupun secara pasti tidak diketahui penyebab batu ginjal,
kemungkinannya adalah bila urine menjadi terlalu pekat dan zat-zat yang
ada di dalam urine membentuk kristal batu.
Penyebab lain adalah infeksi, adanya obstruksi,
kelebihan sekresi hormon paratiroid, asidosis pada tubulus ginjal,
peningkatan kadar asam urat (biasanya bersamaan dengan radang
persendian), kerusakan metabolisme dari beberapa jenis bahan di dalam
tubuh, terlalu banyak mempergunakan vitamin D atau terlalu banyak
memakan kalsium.
Gejala
Walaupun besar dan lokasi batu bervariasi, rasa sakit disebabkan oleh
obsruksi merupakan gejala utama. Batu yang besar dengan permukaan kasar
yang masuk ke dalam ureter akan menambah frekuensi dan memaksa
kontraksi ureter secara otomatis. Rasa sakit dimulai dari pinggang bawah
menuju ke pinggul, kemudian ke alat kelamin luar. Intensitas rasa sakit
berfluktuasi dan rasa sakit yang luar biasa merupakan puncak dari
kesakitan. Apabila batu berada di pasu ginjal dan di calix, rasa sakit
menetap dan kurang intensitasnya.
Sakit pinggang tejadi jika batu yang mengadakan obstruksi berada
di dalam ginjal. Sedangkan, rasa sakit yang parah pada bagian perut
terjadi bila batu telah pindah ke bagian ureter. Mual dan muntah selalu
mengikuti rasa sakit yang berat. Penderita batu ginjal kadang-kadang
juga mengalami panas, kedinginan,adanya darah di dalam urin bila batu
melukai ureter, distensi perut, nanah dalam urine.
Bagaimanakah diagnosisnya? Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, kemudian melakukan tes sebagai berikut:
1.Foto sinar X dari ginjal, ureter, dan kandung kemih untuk menunjukkan adanya batu ginjal.
2.Ultrasound ginjal, merupakan tes noninvasif yang mempergunakan
gelombang frekuensi tinggi akan mendeteksi obstruksi dan perubahannya.
3.Pemberian intravena zat pewarna dan scan memberi konfirmasi diagnosis dan menentukan ukuran dan lokasi batu ginjal.
4.Analisis batu untuk mengetahui kandungan mineralnya.
5.Analisis kultur urine untuk menunjukkan jenis bakteri penyebab infeksi, dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar