Minggu, 26 Februari 2012

CARA MUDAH DAN MURAH MENGATASI KLESTROL

CARA MUDAH DAN MURAH MENGATASI KLESTROL

Kata pepatah terlalu banyak yang baik bias tidak baik juga berlaku dalam hal kolestrol. Kolestrol sebenarnya merupakan bagian penting tubuh yang sehat. Selain membantu membentuk membrane membrane sel,juga memproduksi hormone. Tapi, kadar kolestrol yang terlalu tinggi dapat mengancam jiwa. Hypercholesterolemia, istilah medis untuk kolestrol tinggi,dapat menyebabkan atherosclerosis atau pengerasan arteri. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di Negara-negara maju.
 
Mengendalikan kadar kolestrol merupakan langkah pencegahan yang penting. Kadar kolestrol yang tinggi dapat di atasi dengan obat-obatan.
 
Tapi kabar baiknya adalah,ada cara mudah menurunkan kadar kolestrol seperti berikut ini.


Gunakan Bawang Putih
Bawang putih terkenal dengan kemampuannya menurunkan tekanan darah dan mengurangi penggumpalan darah, menguatkan imunisasi dan memerangi infeksi virus dan bakteri.
 
Riset menemukan , bawang putih dapat produksi kolestrol almiah dari tubuh. Seperti di ketahui ,75% kolestrol tubuh di produksi liver, bukan hasil intake makanan . Karena itu , bawang putih terutama bermanfaat bagi orang –orang yang kadar kolestrol nya tidak merespon pada modifikasi diet.
 
 Dosis yang di anjurkan : 3 sampai 4 siung bawang putih perhari atau 500 sampai 2.500 mg kapsul bawang putih.














MINYAK ZAITUN

 
Minyak zaitun adalah pahlawan untuk jantung.
 
Lemah tak jenuh tunggall di dalam minyak zaitun menyebabkan penurunan kadar kolestrol jahat LDL dan menjaga kadar kolestrol baik HDL tetap stabil.
 
Juga mengandung polyphenols yang bias lebih lanjut menurunkan risiko penyakit jantung.
 
Dosis yang di anjurkan: gunakan minyak zaitun untuk masak dan/ atau sebagai bumbu salad.

*( Sebelum minum suplemen apapun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda)

Apa Itu Asam Urat dan Bagaimana Mengatasinya

Penyakit asam urat adalah jenis artritis yang sangat menyakitkan yang disebabkan oleh penumpukan kristal pada persendian, akibat tingginya kadar asam urat di dalam tubuh. Sendi-sendi yang diserang terutama adalah jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Selain nyeri, penyakit asam urat juga dapat membuat persendian membengkak, meradang, panas dan kaku.

Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas dari tubuh melalui air seni. Sebagian kecil lainnya karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan. Penyakit asam urat kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause. Penderita asam urat biasanya juga memiliki keluhan lain seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, diabetes dan aterosklerosis. Separuh dari penderita asam urat adalah orang yang kegemukan. Bila dibiarkan, penyakit asam urat bisa berkembang menjadi batu ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal.

Pantangan Asam Urat

Daftar
Makanan Tinggi Purine
Makanan
Asam Urat
(mg/100g)
Teobromin (kafein cokelat)2300
Limpa domba/kambing773
Hati sapi554
Ikan sarden480
Jamur kuping448
Limpa sapi444
Daun melinjo366
Paru-paru sapi339
Kangkung, bayam290
Ginjal sapi269
Jantung sapi256
Hati ayam243
Jantung domba/kambing241
Ikan teri239
Udang234
Biji melinjo222
Daging kuda200
Kedelai & kacang-kacangan190
Dada ayam dg kulit175
Daging ayam169
Daging angsa165
Lidah sapi160
Ikan Kakap160
Tempe141
Daging bebek138
Kerang136
Udang Lobster118
Tahu108
Perubahan gaya hidup, konsumsi obat tertentu dan menghindari makanan yang berkadar purin tinggi dapat mengendalikan asam urat. Berikut adalah makanan tinggi purin yang menjadi pantangan bagi penderita asam urat. (Ingat bahwa masing-masing orang memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap makanan. Makanan yang sangat cepat menimbulkan serangan asam urat pada satu orang belum tentu menimbulkan efek yang sama pada yang lainnya).
  • Alkohol dan soft drink
  • Melinjo dan emping
  • Kacang-kacangan
  • Jamur, bayam matang, dan sawi
  • Daging kambing
  • Jeroan dan gajih (lemak)
  • Kerang-kerangan
  • Bebek dan kalkun
  • Salmon, mackerel, sarden, kepiting, udang, dan beberapa ikan lainnya
  • Krim dan Es krim

Anjuran

Beberapa hal berikut dianjurkan untuk mengurangi asam urat:
  • Jangan minum aspirin (bila membutuhkan obat pengurang sakit, pilih jenis ibuprofen dan lainnya)
  • Perbanyak minum air putih– terutama bagi penderita yang mengidap batu ginjal– untuk mengeluarkan kristal asam urat di tubuh.
  • Makan makanan yang mengandung potasium tinggiseperti:
    • Sayuran dan buah-buahan
    • Kentang
    • Alpukat
    • Susu dan yogurt
    • Pisang
  • Makan buah-buahan kaya vitamin C, terutama jeruk dan strawberry
  • Aktif secara seksual(Berita bagus! Seks ternyata memperlancar produksi urin sehingga menurunkan kadar asam urat).
  • Konsumsi salah satu produk alami yang dapat menyembuhkan asam urat seperti sidaguri, habbatussauda, brotowali, teh hijau, dll.

Menjaga Kesehatan Ginjal

Pantangan Makanan Penderita Ginjal

Pantangan makanan bagi penderita gangguan fungsi ginjal
Apa yang akan terjadi bila penderita gagal ginjal kronik mengonsumsi makanan dengan kadar protein yang tinggi, seperti pada daging, ikan, telur dan produk susu? Bila sisa metabolisme protein dalam tubuh yang diukur sebagai ‘blood urea nitrogen’ / BUN, didapatkan pada tingkat yang tinggi dalam darah, akan menyebabkan penderita merasa mual, muntah, kehilangan nafsu makan dan merasa letih.Lain halnya dengan makanan tinggi kalium seperti pada alpukat, asparagus, buah bit, kacang polong kering, kentang, ubi, labu, tomat, pisang, melon, aprikot, buah-buahan yang dikeringkan/manisan, jeruk sitrun, pepaya, kacang-kacangan, coklat, jus, susu dan yogurt, yang bila tertumpuk dalam tubuh penderita dapat menyebabkan gangguan irama jantung hingga gangguan fatal yaitu henti jantung.
 
Kegagalan fungsi ginjal menyebabkan kelebihan garam atau natrium sukar dikeluarkan dari dalam tubuh, sehingga penderita sering merasa haus dan terjadi penimbunan cairan dalam tubuh. Beberapa makanan tinggi natrium yang hendaknya dihindari antara lain garam meja, semua bumbu dengan kandungan garam, daging olahan, makanan beku, makanan kaleng, acar, produk susu, keripik dan kacang-kacangan. Perhatikanlah label kandungan makanan saat Anda ingin membeli makanan di supermarket.

Komponen lain yang dapat memperberat kerja ginjal yang telah menurun fungsinya adalah makanan tinggi fosfat yang terdapat dalam produk susu, kacang-kacangan, gandum, kacang polong kering, minuman keras dan coklat. Tingginya kadar fosfat dalam darah pada penderita gagal ginjal kronik dapat mempengaruhi kepadatan tulang, sehingga mudah patah. Oleh karena itu penderita gagal ginjal kronik biasanya mengonsumsi suplemen pengikat fosfat yakni kalsium dan vitamin D.

Dari semua komponen kandungan makanan yang dapat memperberat kerja fungsi ginjal, tentu penderita juga harus memperhatikan asupan kalori, seperti karbohidrat, lemak dan gula dalam jumlah yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan energi dalam tubuh.
Kristal penyebab terbentuknya batu dapat disebabkan kalsium yang banyak terdapat dalam susu; oksalat yang terdapat dalam teh, bayam dan coklat; serta fosfat dari sayuran daun singkong. “Mengonsumsi jeroan, hati, jantung, dan otak dapat pula menimbulkan kadar urat di ginjal menjadi berlebih,” ujar Bernard dalam media gathering di RS Gading Pluit, belum lama ini.
Vitamin C berlebih dalam tubuh juga dapat membentuk batu oksalat di dalam ginjal namum semua itu sebetulnya bisa dikembangkang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung asam sitrat yang banyak terdapat dalam jeruk lemon dan jeruk nipis, dan glycosaminoglycan yang berada dalam rumput laut.

Jeruk Nipis
J
eruk nipis dapat mencegah timbulnya batu ginjal dan kekambuhan batu ginjal, khususnya batu ginjal kalsium idiopatik. Demikian, penelitian yang dilakukan Prof. Sja’bani, Kepala Instalasi Renal RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Sja’bani dan Dr. Djoko Rahardjo, Sp.PD KGH dari FKUI/RSCM meneliti keluarga penderita batu ginjal pada tahun 1996. Pada laki-laki keuarga tersebut terdapat batu ginjal dan keluarga perempuan tidak ada batu ginjal sama sekali. Setelah ditelusuri, ternyata keluarga perempuan tersebut suka mengonsumsi jeruk nipis yang ditujukan untuk melangsingkan tubuh.

Hasil penelitian lebih lanjut, jeruk nipis mengandung sitrat yang tinggi yang dapat mencegah terjadinya batu ginjal. Pasalnya, penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah.

Jeruk nipis lokal (citrus aurantifolia swingle bulat) memiliki kandungan sitrat 10 kali lebih besar ketimbang jeruk keprok. Sedangkan dibandingkan jeruk manis, jeruk nipis memiliki kandungan sitrat enam kali lebih tinggi. Jeruk nipis lokal memiliki kandungan sitrat sebesar 55,6 gram/kg, jeruk keprok (citrus nobilis lour) 5,4 gram/kg dan jeruk manis (Citrus sinensis Osb) mencapai 8,75 gram/kg.

Dikonsumsi sesudah makan malam
 
Mengonsumsi jeruk nipis setiap hari berdampak baik bagi kesehatan ginjal Anda. Biasanya sitrat di dalam air kemih pada penderita batu ginjal paling rendah pada malam dan menjelang pagi hari. Jadi pemberikan jeruk nipis menjadi lebih bagus hasilnya bila dikonsumsi sesaat sesudah makan malam.

Cara mengonsumsinya: peras dua buah jeruk nipis berukuran sekitar 4,5 cm yang diencerkan dalam dua gelas air. Konsumsi malam hari sesaat sesudah makan malam.

Batasi makanan tertentu
 
M engingat jenis batu ginjal idiopatik ditemukan pada 80 persen penderita batu ginjal, maka pencegahan batu ginjal jenis ini sangat penting. Yaitu dengan cara membatasi mengonsumsi garam atau makanan yang asin, mengonsumsi masukan kalsium yang cukup dan protein rendah fosfat. Dengan cara makan seperti itu diharapkan dapat menurunkan atau mencegah terjadinya batu ginjal sehingga ginjal Anda tetap terjaga kesehatannya dan dapat berfungsi dengan baik.

Pencegahan Batu Ginjal
  • Minum cukup 2 – 2,5 liter per hari
  • Hindari minuman atau makanan yang banyak mengandung ion lithogenik berupa coklat, teh, jeroan, seafood, susu dan keju.
  • Konsumsi cukup inhibitor seperti terdapat dalam jeruk nipis dan rumput laut.
  • Banyak bergerak.
  • Tidur telentang.
  • Bila terjadi keluhan sebaiknya secepatnya konsultasi dengan dokter.

apa itu penyakit ginjal ?

DALAM istilah kedokteran, batu ginjal disebut Nephrolithiasis atau renal calculi. Batu ginjal adalah suatu keadaan terdapat satu atau lebih batu di dalam pelvis atau calyces dari ginjal atau di dalam saluran ureter. Pembentukan batu ginjal dapat terjadi di bagian mana saja dari saluran kencing, tetapi biasanya terbentuk pada dua bagian terbanyak pada ginjal, yaitu di pasu ginjal (renal pelvis) dan calix renalis. Batu dapat terbentuk dari kalsium, fosfat, atau kombinasi asam urat yang biasanya larut di dalam urine.

Batu ginjal bervariasi ukurannya, dapat bersifat tunggal atau ganda. Batu-batu tinggal dalam pasu ginjal atau dapat masuk ke dalam ureter dan dapat merusak jaringan ginjal. Batu yang besar akan merusak jaringan dengan tekanan atau mengakibatkan obstruksi, sehingga terjadi aliran kembali cairan. Kebanyakan batu ginjal dapat terjadi berulang-ulang.

Apakah penyebabnya? Batu ginjal dijumpai pada 1 dari 1.000 orang, biasanya lebih banyak dijumpai pada pria (berumur 30-50 tahun) ketimbang wanita. Juga banyak dijumpai di daerah tertentu. Walaupun secara pasti tidak diketahui penyebab batu ginjal, kemungkinannya adalah bila urine menjadi terlalu pekat dan zat-zat yang ada di dalam urine membentuk kristal batu.

Penyebab lain adalah infeksi, adanya obstruksi, kelebihan sekresi hormon paratiroid, asidosis pada tubulus ginjal, peningkatan kadar asam urat (biasanya bersamaan dengan radang persendian), kerusakan metabolisme dari beberapa jenis bahan di dalam tubuh, terlalu banyak mempergunakan vitamin D atau terlalu banyak memakan kalsium.

Gejala

Walaupun besar dan lokasi batu bervariasi, rasa sakit disebabkan oleh obsruksi merupakan gejala utama. Batu yang besar dengan permukaan kasar yang masuk ke dalam ureter akan menambah frekuensi dan memaksa kontraksi ureter secara otomatis. Rasa sakit dimulai dari pinggang bawah menuju ke pinggul, kemudian ke alat kelamin luar. Intensitas rasa sakit berfluktuasi dan rasa sakit yang luar biasa merupakan puncak dari kesakitan. Apabila batu berada di pasu ginjal dan di calix, rasa sakit menetap dan kurang intensitasnya.

Sakit pinggang tejadi jika batu yang mengadakan obstruksi berada di dalam ginjal. Sedangkan, rasa sakit yang parah pada bagian perut terjadi bila batu telah pindah ke bagian ureter. Mual dan muntah selalu mengikuti rasa sakit yang berat. Penderita batu ginjal kadang-kadang juga mengalami panas, kedinginan,adanya darah di dalam urin bila batu melukai ureter, distensi perut, nanah dalam urine.
Bagaimanakah diagnosisnya? Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, kemudian melakukan tes sebagai berikut:

1.Foto sinar X dari ginjal, ureter, dan kandung kemih untuk menunjukkan adanya batu ginjal.
 
2.Ultrasound ginjal, merupakan tes noninvasif yang mempergunakan gelombang frekuensi tinggi akan mendeteksi obstruksi dan perubahannya.
 
3.Pemberian intravena zat pewarna dan scan memberi konfirmasi diagnosis dan menentukan ukuran dan lokasi batu ginjal.
 
4.Analisis batu untuk mengetahui kandungan mineralnya.
 
5.Analisis kultur urine untuk menunjukkan jenis bakteri penyebab infeksi, dan lain-lain.

SJS

Steven Johnson Syndrome, Penyakit Alergi Obat Yang Berbahaya!


13231471861946384113

http://dermatlas.med.jhmi.edu

Steven Johnson Syndrome atau biasa disingkat SJS merupakan syndrom kelainan kulit pada selaput lendir orifisium mata gebital atau dengan kata lain , reaksi yang melibatkan kulit dan mukosa (selaput lendir) yang berat dan mengancam jiwa ditandai dengan pelepasan epidermis, bintil berisi air dan erosi/pengelupasan dari selaput lendir (www.sehatgroup + syukronaffdoc.blogspot.com). Namun banyak orang awam yang mendefinisikan SJS sebagai penyakit alergi terhadap obat-obatan khususnya antibiotik.

Penyakit ini menyerang selaput lendir,  meliputi selaput bening mata,  bibir bagian dalam dan rongga mulut, genital dan anus. Adapun gejala- gejala awalnya bisa mirip dengan flu, seperti demam,  gangguan saat menelan,  pegal-pegal atau nyeri di tubuh, sakit kepala, dan sesak napas, hanya saja ada tanda kemerahan atau ruam merah pada kulit,  munculnya  bintil berisi air (seperti cacar) yang terasa sakit bahkan hingga menyebabkan kulit  mengelupas dan melepuh. Pada perkembangannya biasanya penderita sampai tidak bisa membuka mata dan mulutnya karena terjadinya gangguang atau infeksi di selaput lendir, selain itu di beberapa kasus juga bisa mengakibatkan penderita susah buang air kecil dan fesesnya berwarna hitam.

Adapun penyebab SJS ini paling banyak dipicu oleh penggunaan obat-obatan (detik.health), atau dengan kata lain, penyebab SJS ini adalah karena alergi obat-obat tertentu, biasanya adalah penggunaan obat antibiotik. Selain alergi obat  penyebab lainnya adalah karena adanya infeksi virus, bakteri, atau jamur tertentu, karena makanan seperti coklat, ketidak cocokan lingkungan misal udara dingin, panas matahari dan bahkan bisa juga dipicu oleh penyakit keganasan lainnya misal lupus atau kanker (ummu salwa wordpress). Dan sejujurnya , penyebab pasti dari SJS ini tidak selalu diketahui secara pasti, tapi yang paling banyak terjadi adalah karena reaksi berlebihan dari tubuh untuk menolak obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh.

Untuk jenis obat-obatan yang sering memicu terjadinya SJS ini diantaranya adalah :
  1. Obat-obat anti-asam urat, misalnya allopurinol

  2. Obat-obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS) yang banyak dipakai untuk meredakan nyeri

  3. Antibiotik, khususnya Penicillin

  4. Antikejang, biasanya dipakai oleh pengidap epilepsi. (detik health), selain itu anda juga bisa melihat zat pencetus SJS lainnya  disini.
Sementara itu, infeksi kuman yang bisa juga sebagai pemicunya adalah sebagai berikut:
  1. Herpes (herpes simplex maupun herpes zoster)

  2. Influenza

  3. HIV

  4. Diphtheria

  5. Typhoid

  6. Hepatitis
  7.  
     

STEVENS-JOHNSON SYNDROME (SJS) AKIBAT PENGGUNAAN OBAT

SJS merupakan suatu kelainan yang terjadi  pada lapisan mukosa tubuh yang pertama kali dikemukakan oleh Steven dan Johnson (1922) setelah menemukan adanya gejala pada seorang anak berupa peradangan dan lesi/luka kemerahan di seluruh tubuh terutama di lapisan mukosa terutama yang terlihat adalah di bagian mukosa mulut dan konjungtiva mata. SJS juga dikenal dengan istilah Erythema Multiforme yang sebenarnya terbagi menjadi Erythema Multiforme minor dan mayor. Erythema Multiforme minor ditandai dengan lesi kemerahan yang terlihat pada lapisan kulit luar yang mirip reaksi alergi biasa. Sedangkan Erythema Multiforme mayor atau SJS ditandai dengan lesi kemerahan yang lebih luas terutama di bagian tubuh yang terdapat lapisan mukus seperti mulut, mata, genitalia dan tidak menutup kemungkinan juga menyerang pada lapisan mukosa organ tubuh bagian dalam. Ciri lesi atau bintik kemerahan pada SJS bersifat multiform atau banyak bentuknya karena tergantung dari reaksi imun tiap individu. Walaupun kasus SJS sangat jarang (2-6 kasus/tahun) tapi angka kematian akibat SJS cukup tinggi.
 
 
Apa yang menyebabkan terjadinya Stevens-Johnson Syndrome (SJS)?
 
 
Kasus SJS yang dilaporkan, lebih dari 50 % nya disebabkan oleh penggunaan obat. Obat-obat yang telah dilaporkan dapat menimbulkan SJS adalah:
  1. Antibiotik golongan Sulfanolamida: Sulfadiasin, sulfadoksin, sulfametoksazol-trimetoprim, sulfalasin (> 30 % kasus)
  2. Antikonvulsan/antikejang: Karbamazepin, Fenitoin, Fenobarbital (< 30 % kasus)
  3. Asetaminofen, Alopurinol, Barbiturat, Cepalosporin, Diklofenak, Makrolida, Piroksikam, Tenoksikam, Asam valproat, Sertralin, Tetrasiklin (kasus jarang)
 
Bagaimana meknisme terjadinya Stevens-Johnson Syndrome (SJS)?
 
Pada beberapa literatur, mekanisme terjadinya SJS tidak diketahui dengan jelas karena melibatkan reaksi imunitas (sel kekebalan tubuh) yang pasti tiap individu tidak sama. SJS hakikatnya adalah reaksi hipersensitivitas akibat berubahnya metabolisme obat sehingga terbentuk metabolit yang reaktif yang menyebabkan aktivasi sel-sel imun yang berlabihan. Manifestasi reaksi imun tersebut ditandai dengan adanya eritema atau bintik kemerahan dan peradangan di seluruh tubuh.
 
 
Bagaimana Terapi SJS?
 
Sasaran terapi pada SJS adalah untuk menghilangkan rasa tidak nyaman pasien dan mencegah komplikasi seperti infeksi , kehilangan banyak cairan akibat peradangan di kulit, hingga kerusakan organ sitemik. Terapi yang dapat dugunakan:
  1. Terapi obat, berupa kortikosteroid yaitu metilprednisolon IV 10-120 mg/hari atau prednison PO 5-60 mg/hari. Kortikosteroid dapat menghambat reaksi imun yang berlebihan. Pasien SJS sangat rentan terhadap infeksi akibat luka terbuka yang dialami, namun antibiotik yang boleh diberikan yang bekerja lokal bukan sistemik, dan harus dilakukan kultur bakteri sebelumnya agar pemberiannya tepat dan tidak menimbulkan keparahan penyakit.
  2. Terapi suportif, yaitu berupa cairan elektrolit dan nutrisi parenteral melalui infus  IV. Perlu diketahui bahwa peradangan dan lesi menyebabkan pasien banyak kehilangan cairan tubuh sehingga infus NaCl 90 % IV perlu diberikan. Luka pada mukosa mulut menghambat pasien mendapat nutrisi melalui makanan, maka perlu diberikan nutrisi parenteral berupa infus dextrosa 5 %.
 
Apakah SJS dapat dicegah?
 
Reaksi hipersensitivitas pada SJS sulit untuk diprediksi. Menghindari obat-obat yang telah banyak dilaporkan menimbulkan SJS adalah jalan terbaik. Antibiotik paling banyak dilaporkan menimbulkan SJS, maka berhati-hatilah dalam mengkonsumsi antibiotik. Pastikan bahwa antibiotik tersebut sesuai dan mintalah informasi yang lengkap tentang aturan pakainya dan efek samping yang mungkin akan terjadi. Mengenal diri sendiri mengenai obat, makanan, atau apapun yang dapat menimbulkan alergi juga tidak kalah penting. Selain itu tiap individu supaya bersikap peka dan tanggap terhadap setiap perubahan dan gejala yang dialami agar penanganan dapat segera dilakukan.
Referensi:
  1. Revis, Don. R, 2009, Stevens-Johnson Syndrome, Department of Ophthalmology, Harvard Medical School, available at www. emedicine.com
  1. Gruchalla, R, and Pirmuhamed, M, 2006, Antibiotic Allergy, The New England Medical Journal, Vol 6, No 354: 601-9
     
     

Carbamazepin Menyebabkan Stevens-Johnson Syndrome (SJS) Berulang Pada Laki-Laki Usia 48 Tahun



ABSTRAK


Stevens-Johnson Syndrome (SJS) merupakan suatu reaksi alergi yang melibatkan kulit dan selaput lendir disebabkan berbagai macam penyebab, namun yang paling umum akibat obat. Ada 4 kategori etiologi yaitu infeksi, drugs-induced, keganasan, dan idiopatik.. Pria 48 tahun datang dengan merah di seluruh tubuh riwayat minum obat sakit gigi 3 minggu yang lalu berupa 3 macam tablet (ketoprofen, carbamazepin, thiamine) Pusing, bingung, mual dan kulit memerah, bercak kulit semakin banyak, leher seperti tercekik. Pada 7 tahun yang lalu pasien menderita keluhan serupa. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva  ODS merah, Labial oris tampak eritem dengan erosi dan krusta, Daerah coli tampak makula eritema bentuk bervariasi, beberapa dengan hiperpigmentasi dibagian tengah, seluruh tubuh tampak makula eritema bentuk bervariasi beberapa dengan hiperpigmentasi, Anal tampak eritem dengan erosi dan krusta. Pemeriksaan darah dalam batas normal. Diagnosis Stevens Johnson Syndrome. Penanganan dengan menghentikan penggunaan obat yang dicurigai, infus, kortikosteroid, tetes mata, dan kompres di bibir.

Keyword : Stevens-Johnson Syndrom,  carbamazepin

KASUS

Seorang pria berusia 48 tahun datang dengan keluhan merah di seluruh tubuh Sekitar 1 minggu yang lalu pasien periksa ke poliklinik gigi karena nyeri gigi, oleh dokter gigi pasien diberi obat peroral 3 macam tablet (ketoprofen, carbamazepin, thiamine) Malamnya pasien mengeluh pusing, bingung, mual dan kulit memerah.Keesokan harinya  pasien mengeluhkan bercak kulit semakin banyak, leher seperti tercekik kemudian pasien mondok di bangsal. Pada 7 tahun yang lalu pasien menderita keluhan serupa.
Keadaan umum baik, kesadaran composmentis. Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah            120/80 mmHg, nadi 64 x/menit, respirasi 20 x/menit, suhu    36,6 °C. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva  ODS merah, Labial oris tampak eritem dengan erosi dan krusta, Daerah coli tampak makula eritema bentuk bervariasi, beberapa dengan hiperpigmentasi dibagian tengah, seluruh tubuh tampak makula eritema bentuk bervariasi beberapa dengan hiperpigmentasi, Anal tampak eritem dengan erosi dan krusta. Pemeriksaan darah dalam batas normal.

DIAGNOSIS

Stevens Johnson Syndrome

TERAPI

1. Menghentikan penggunaan obat yang dicurigai menjadi penyebab yaitu carbamazepin.
2.  Terapi cairan RL dengan parkland formula 4 cc/kg/luas lesi, berat badan 60 kg, luas lesi 10%. Jadi 8 jam pertama 1200 cc dan 1200 cc 16 jam selanjutnya. Dilanjutkan maintenance 1 cc/kg/jam. Jadi maintenance 60cc/jam.
3.   Prednisone (1 mg/kg/hari) = 60 mg/hari selama 7 hari equivalen dengan dexamethasone 9 mg/ hari.
4.   Gentamisin tetes mata 3 tetes sehari.
5.   Kompres nacl di bibir.

DISKUSI

Stevens-Johnson Syndrome (SJS) merupakan suatu reaksi alergi yang melibatkan kulit dan selaput lendir disebabkan berbagai macam penyebab, namun yang paling umum akibat obat. Ada 4 kategori etiologi yaitu (1) infeksi, (2) drugs-induced, (3) keganasan, dan (4) idiopatik.

Penyakit virus yang telah dilaporkan termasuk herpes simplex virus (HSV), AIDS, , influenza, hepatitis, gondok, venereum lymphogranuloma (LGV), dan variola.

Bakteri termasuk streptokokus grup beta, difteri, Brucellosis, Mycobacterium, Mycoplasma pneumoniae, dan tifus.

Coccidioidomycosis, dermatofitosis, dan histoplasmosis adalah kemungkinan jamur.

Malaria dan trikomoniasis telah dilaporkan sebagai penyebab protozoa.        

Etiologies antibiotik termasuk penisilin dan antibiotik sulfa. Antikonvulsan termasuk fenitoin, carbamazepine, asam valproat,  dan barbiturat. Kasus narkoba termasuk antidepresan Mirtazapine.

Berbagai karsinoma dan limfoma telah dihubungkan.

Sindrom Stevens-Johnson (SJS) adalah idiopathic dalam 25-50% kasus.

Biasanya, proses penyakit dimulai dengan infeksi saluran pernapasan atas. Ini merupakan bagian dari gejala prodromal yang berlangsung selama 14-hari berupa demam, sakit tenggorokan, menggigil, sakit kepala, dan malaise. Kadang dengan muntah dan diare. Muncul lesi mukokutan secara tiba-tiba. Demam atau gejala lokal yang memburuk dicurigai mengalami infeksi sekunder, namun demam telah dilaporkan terjadi pada sampai 85% dari kasus.

Keterlibatan mulut dan  selaput lendir mungkin cukup parah bahkan pasien mungkin tidak dapat makan atau minum.   Pasien dengan keterlibatan genitourinari mungkin mengeluhkan disuria atau ketidakmampuan untuk berkemih. Riwayat sebelumnya dapat ditemukan. Rekurensi dapat terjadi jika agen yang bertanggung jawab tidak dihilangkan atau jika pasien terkena kembali. Pasien harus menghindari paparan terhadap  agen yang  terlibat dalam terjadinya Stevens-Johnson Syndrome (SJS). Rekurensi mungkin.terjadi.

Pada pasien tersebut setelah didapat riwayat minum obat maka disimpulkan obat penyebab munculnya reaksi alergi adalah obat carbamazepin, di per kuat juga dengan riwayat serupa sekitar 7 tahun yang lalu.

KESIMPULAN

Stevens-Johnson Syndrome (SJS) merupakan suatu reaksi alergi yang melibatkan kulit dan selaput lendir disebabkan berbagai macam penyebab, namun yang paling umum akibat obat. antibiotik termasuk penisilin dan antibiotik sulfa. Antikonvulsan termasuk fenitoin, carbamazepine, asam valproat,  dan barbiturat. Pasien harus menghindari paparan terhadap  agen yang  terlibat dalam terjadinya Stevens-Johnson Syndrome (SJS). Rekurensi mungkin.terjadi.

REFERENSI
1.      Parrillo, S.J, Schraga.E. 2010.  Stevens-Johnson Syndrome in Emergency Medicine. Diakses dari http://emedicine.medscape.com/article/756523-overview pada tanggal 30 april 2011.
2.      Metry. D.W, Jung.P, Levy.M. 2003. Use of Intravenous Immunoglobulin in Children With Stevens-Johnson Syndrome and Toxic Epidermal Necrolysis: Seven Cases and Review of the Literature Pediatrics 2003;112;1430-1436
3.      Ho,H. 2008. Diagnosis and Management of Stevens-Johnson Syndrome and Toxic Epidermal Necrolyssi. Hongkong Medical Buletin, VOL.13 NO.10 OCTOBER 2008
4.      Harr.T, French.L. 2010. Toxic epidermal necrolysis and Stevens-Johnson Syndrome. Orphanet Journal of Rare Diseases 2010, 5:39
5.      Castana O., Rempelos G., Anagiotos G., Apostolopoulou C., Dimitrouli A., Alexakis D. 2009. Stevens-Johnson Syndrome: A Case Report. Annals of Burns and Fire Disasters - vol. XXII - n. 3 - September 2009
6.      Magana. B, Langner A, Carleton.B, et all. 2011.A Systematic Review Of Treatment Of Drug-Induced Stevensjohnsonsyndrome And Toxic Epidermal Necrolysis In Children. J Popul Ther Clin Pharmacol Vol 18(1):e121-e133; March 21, 2011

     

Selasa, 21 Februari 2012

Kosa Kata Indonesia - Arab

Bahasa Indonesia
Bahasa Arab
Saya
Kamu
Kami
Dia
Apa
Nama mu
Nama saya
Apa kabar
Baik
Alhamdulillah
Saya sibuk hari
Kamu dari mana
Saya dari Indonesia
Sudah makan?
Sudah makan
Sarapan Pagi
Makan Siang
Makan Malam
Nasi
Ikan
Daging
Telur
Berapa satu kilo
Satu
Dua
Tiga
Empat
Lima
Enam
Tujuh
Delapan
Sembilan
Sepuluh
Saya mau ke pergi ke Pasar
Dimana rumah mu
Dekat
Jauh
Cantik
Mahal
Murah


Top of Form
أنا
أنت
نحن
هو
ما
اسمك
اسمي
كيف حالك
جيد
الحمد لله
انا اليوم مشغول
من أي بلد أنت
أنا من اندونيسيا
يؤكل؟
قد أكلت
إفطار
غداء
عشاء
الأرز
سمك
لحم
بيض
كم كيلو
واحد
اثنان
ثلاثة
أربعة
خمسة
ستة
سبعة
ثمانية
تسعة
عشرة
أريد أن أذهب إلى السوق
أين منزلك
أغلق
بعيدا
جميل
غالية
رخيص


Kosa Kata Indonesia - Turki


BAHASA INDONESIA
BAHASA TURKY
KET

saya dari Indonesia
kamu
apa kabar
bagus
bagaimana
satu
dua
tiga
empat
lima
enam
tujuh
delapan
sembilan
sepuluh
seratus
seribu
seratus ribu
kamar
berapa harga
selamat datang
makan
nasi
ikan
daging
ada nasi
roti
boleh kurang
mahal sekali
murah
kami
indah
cantik
kamu dari mana
sayur
Ac
Kulkas
nasi satu porsi berapa
Kami mau jalan-jalan
Kami mau umrah
Mohon Maaf
Mohon Kami dibantu
berapa lama
Top of Form

Ben Endonezya duyuyorum
sen
nasılsın
iyi
nasıl
biri
iki
üç
dört
beş
altı
yedi
sekiz
dokuz
on
yüz
bin
yüz bin
oda
ne fiyat
karşılama
yemek
pirinç
balık
et
hiçbir pirinç
ekmek
az olacaktır
pahalı
ucuz
biz
güzel
güzel
Nerelisin
sebze
klima
buzdolabı
ne kadar pirinç bir porsiyon
Biz yürüyüşe gidiyoruz
Biz umre istiyorum
üzgünüm
Biz yardım edin
ne kadar uzun