| Mengenal Autisme |
|
|
|
| Written by DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK |
| Friday, 16 December 2011 00:00 |
|
Autis adalah kelainan perkembangan saraf yang sangat beragam yang
ditandai dengan adanya tiga gejala, yaitu gangguan interaksi sosial,
komunikasi, dan tingkah laku terbatas dan berulang, yang terjadi sebelum
usia anak tiga tahun.
Gangguan perkembangan sosial: 1. Gejala pada bayi
Kurang perhatian terhadap rangsangan sosial, jarang tersenyum dan melihat seseorang, tidak ada tanggapan saat dipanggil.
2. Gejala pada balita
-
kurang kontak mata, tidak ada komunikasi timbal balik, berkomunikasi
dengan menggunakan tangan orang lain (tidak menunjuk, tetapi menarik
tangan orang lain)
- Pada usia 3-5 tahun dapat terjadi kesulitan
dalam bermain dengan teman sebaya, mendekati orang secara spontan,
meniru, bereaksi secara emosional, berkomunikasi non verbal bergiliran
dengan orang lain.
3. Anak yang lebih besar dan dewasa mengalami kesulitan dalam mengenali wajah sedih, gembira, atau marah.
Gangguan perlembangan komunikasi:
1. Gangguan komunikasi
dapat terjadi sejak tahun pertama kehidupan berupa terlambat mengoceh,
tidak bisa menunjuk, tidak bereaksi bila dipanggil
2. Pada usia 2-3 tahun biasanya anak autis: - Jarang mengoceh - Tidak dapat menggunakan kata - Tidak dapat merangkai kata - Bahasa tubuh tidak sesuai dengan kata - Jarang meminta dan membicarakan pengalaman - Lebih sering meniru tanpa arti
- Tidak dapat bermain pura-pura (masak-masakan, bermain boneka)
Gangguan tingkah laku: Gangguan tingkah laku yang terjadi dapat berupa:
1. Melakukan gerakan tidak bertujuan yang diulang-ulang seperti menggerak-gerakkan tangan
2. Tidak mau melakukan hal yang berbeda 3. Mengerjakan sesuatu secara rutin/kaku terhadap kebiasaan 4. Bertingkah laku terbatas 5. Menyakiti diri sendiri Kelainan lain yang dapat menyertai Autis:
1. Gangguan sensorik, misalnya tidak mengenal rasa nyeri dan tidak tahu bahaya
2. Gangguan sistem gerak berupa lemahnya otot, buruknya keterampilan gerak, berjalan jinjit, gangguan keserasian gerak
3.
Terdapat pemusatan perhatian yang berlebihan pada sesuatu, seperti
senang melihat benda yang berputar, senang mendengar suara hujan
Sebagian
orang tua mengenal munculnya gejala autis pada anak usia 18 bulan,
padahal gejala awal telah dapat dikenali pada usia lebih dini, seperti:
a. Tidak ada kontak mata pada saat menyusu b. Tidak dapat mengoceh pada usia 12 bulan
c. Tidak menunjukan komunikasi dengan isyarat seperti menunjuk, melambaikan tangan pada usia 12 bulan
d. Belum dapat bicara satu kata pada usia 16 bulan
e. Kehilangan keterampilan bahasa atau interaksi pada setiap tahap perkembangan
Langkah yang harus dilakukan orang tua atau keluarga:
1. Apabila ada gangguan tersebut di atas, periksakan anak untuk penilaian lanjutan
2. Gunakan cara penanganan yang sesuai dengan kondisi anak karena penanganan anak akan berbeda sesuai dengan kondisinya
3. Mintalah bantuan tenaga kesehatan untuk menentukan cara penanganan yang tepat
4.
Lakukan penanganan tingkah laku dan kecerdasan pada usia dini melalui
program pendidikan khusus yang terus-menerus sehingga membantu anak
autis meningkatkan kemandirian, kemampuan interaksi sosial, keterampilan
komunikasi, serta mengurangi gangguan tingkah laku
5. Berikan obat sesuai anjuran dokter
6. Jangan menunda pengobatan karena akan berpengaruh pada perkembangan selanjutnya
(Sumber : Direktorat Bina Kesehatan Anak, 2011) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar